Pencarian

Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 29

Pengenalan Teknik Fotografi


Oleh: Mister Alv
Sekilas Tentang Fotografi
 
Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.

Jenis-jenis kamera

Kamera film , sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.


  • Format film
    Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.

    1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
    2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm . Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
    3. Medium format
    4. Large format
  • Jenis Film

    1. Film B/W, film negatif hitam putih.
    2. Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai.
    3. Film positif, biasa juga disebut slide . Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas.
  • Jenis-jenis kamera Foto

    1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.
    2. Range finder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
    3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.
    4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
    5. View finder. Biasanya menggunakan format medium.



    Kamera manual dan kamera otomatis

    Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.

    Kamera digital

    Kamera Digital Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film dengan menggunakan media penyimpanan (Storage) berua memory card, sperti SD, MMS, Dan sebagainya.

    1. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot . Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
    2. Prosumer. Kamera SLR-like , harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
    3. DSLR. Digital SLR.



Lensa Kamera

Mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.

Field of View (FOV) tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.

Field of View Crop, sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier . Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm ( FOV crop factor 1.5x )


Jenis-jenis Lensa

a. Berdasarkan prime-vario

  • Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama.
  • Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur.


b. berdasarkan panjang focal

  • Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.
  • Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah.
  • Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh.


c. berdasarkan aperture maksimumnya.

  • Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.
  • Lambat, memiliki aperture maksimum sempit.


d. lensa-lensa khusus

  • Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
  • Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan.


Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm.


Peralatan bantu lain untuk Kamera (Fotografi) :

Tripod
Diperlukan untuk pemotretan dengan kecepatan lambat. Pada kecepatan lambat, menghindari goyangan kamera jika dipegang dengan tangan (handheld). Secara umum kecepatan minimal handhel adalah 1/focal. Membawa tripod saat hunting bisa merepotkan. Untuk keperluan hunting biasanya tripod yang dibawa adalah tripod yang ringan dan kecil.

Monopod
Mirip tripod, kaki satu. Lebih mudah dibawa. Hanya dapat menghilangkan goyangan vertikal saja.

Flash/blitz/lampu kilat
Untuk menerangai obyek dalam kondisi gelap.

Filter
Untuk menyaring cahaya yang masuk. Ada banyak jenisnya.
  • UV, menyaring cahaya UV agar tidak terjadi hazy pada foto2 landscape, sering digunakan untuk melindungi lensa dari debu.
  • PL/CPL (Polarizer/Circular Polarizar) untuk mengurangi bayangan pada permukaan non logam. Bisa juga untuk menambah kontras langit.


Exposure
Jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.

  • Aperture/diafragma . Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. semakin besar angkanya ( f number ), aperture makin kecil aperturenya.
  • Shutter speed/kecepatan rana . Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk.
  • ISO , menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200.


Contoh :

Kombinasi diafragma f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.

Exposure meter (Pengukur cahaya)
Hampir tiap kamera modern memiliki pengukur cahaya internal. Selain itu juga tersedia pengukur cahaya eksternal.

Exposure metering (sering disingkat dengan metering saja), adalah metode pengukuran cahaya

  1. Average metering , mengukur cahaya rata-rata seluruh frame.
  2. Center-weighted average metering , mengukur cahaya rata-rata dengan titik berat bagian tengah.
  3. Matrix/Evaluative metering , Mengukur cahaya di berbagai bagian dari frame, untuk kemudian dikalkulasi dengan metode-metode otomatis tertentu.
  4. Spot metering , mengukur cahaya hanya pada bagian kecil di tengah frame saja.
  5. Exposure compensation, 18% grey. Exposure meter selalu mengukur cahaya dan menhasilkan pengukuran sehingga terang foto yang dihasilkan berkisar pada 18% grey. Jadi kalau kita membidik sebidang kain putih dan menggunakan seting exposure sebagaimana yang ditunjukan oleh meter, maka kain putih tersebut akan menjadi abu-abu dalam foto. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus melakukan exposure compensation. Exposure kita tambah sehingga kain menjadi putih. Under exposured, foto terlalu gelap karena kurang exposure. Over exposured, foto terlalu terang karena kelebihan exposure Istilah stop Naik 1 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 2 kali. Naik 2 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 4 kali. Turun 1 stop exposure diturunkan menjadi 1/2 kali. Turun 2 stop exposure diturunkan menjadi 1/4 kali. Kenaikan 1 stop pada aperture sebagai berikut: f/22; f/16; f/11; f/8; f/5,6; f/4; f/2,8; f/2. Beda f number tiap stop adalah 0,7 kali (1/ Ö 2). Kenaikan 1 stop pada kec. Rana sebagai berikut: 1/2000; 1/1000; 1/500; 1/250; 1/125; 1/60; 1/30; 1/15; 1/8; 1/4; 1/2; 1. Beda speed tiap stop adalah 2 kali. DOF , Depth of Field , Kedalaman Medan. DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus. Kedalaman medan dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.
    • Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit.
    • Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit.
    • Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit.
    Pemilihan DOF
    • Jika DOF sempit, FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.
    • Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.
    Shooting mode Mode auto , mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret.
    1. Full auto, kamera yang menentukan semua parameter.
    2. Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF.
    3. Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil.
    4. Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus.
    5. Fast shuter speed
    6. Slow shutter speed
    Creative zone
    1. P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.
    2. Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat.
    3. Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed.
    4. M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual.
    Komposisi dan Angle. Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar. Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.



Jumat, Mei 28

Peluncuran Bluetooth 3.0

Selama ini kita menggunakan Bluetooth versi 2.0. Sekarang ada kabar gembira, Bluetooth Special Interest Group telah meluncurkan Bluetooth 3.0 serta spesifikasinya secara resmi. Koneksi nirkabel ini berkecepatan tinggi. Kecepatan tertinggi Bluetooth 3.0. ini bisa mencapai 24 Mb per detik ! Jika dibandingkan dengan pendahulunya, Bluetooth 2.0 hanya berkecepatan maksimal 3 Mb per detik.

Kemampuan tinggi yang dimiliki Bluetooth dikarenakan teknologi wireless ini mampu menembus protokol radio 802.11 atau yang lebih dikenal dengan sebutan WiFi. Bluetooth 3.0 diklaim memiliki konsumsi energi yang sangat kecil, tidak seperti pendahulunya.

Kemungkinan teknologi terbaru ini baru dapat dinikmati oleh produk-produk untuk konsumen sekitar 1 tahun ke depan.

Intel Akan Meluncurkan Chip 32nm Westmere...


Siapa yang tidak kenal Intel ? Raksasa pembuat chip processor ini akan membuat terobosan besar pada akhir minggu ini.akan memproduksi 3 buah chip dengan proses manufaktur 32 nm. Sebelumnya, Intel menggunakan proses manufakturnya sebesar 45 nm.



Intel akan mengumumkan chip baru serta chipset yang terkait di International Consumer Electronics Show di Las Vegas.


Sementara Westmere adalah nama internal chip tersebut, mereka secara resmi disebut Core I3, I5 Core dan Core i7. Seluruh chip didasarkan pada arsitektur Nehalem, tetapi sedang dibangun pada platform 32nm. Saingannya Advanced Micro Devices Inc (AMD) dijadwalkan akan melepaskan chip 32nm pertama mereka dalam waktu enam bulan atau lebih. Ini adalah pertama kalinya bagi Intel memproduksi chips di bawah 45nm, dan terobosan tersebut menandai tonggak sejarah yang signifikan bagi industri chip.


Intel menjelaskan, bahwa ketiga chip baru tersebut akan dibuat menjadi dual core dan akan menggunakan teknologi hyper threading. Sebuah controller memory yang terintegrasi dan fitur intelligent power gating.


Menurut analis, chip 32nm ini akan mengalami peningkatan jumlah transistor, dan chip akan berjalan lebih cepat tanpa meningkatkan konsumsi daya. Intel mampu “menyusutkan” begitu banyak lagi di chip yang baru yang sesuai dengan paket chipset, yang merupakan kelompok chip yang dirancang untuk bekerja bersama, dimana telah terjadi perubahan dari tiga menjadi dua chip.

Microsoft Memperingatkan Adanya Bug Dalam Windows 7 Versi 64-bit

Microsoft hari ini memperingatkan para pengguna dari kerentanan dalam Windows 7. Bug tersebut ada dalam Windows Canonical Display Driver, yang memadukan sistem operasi grafis antarmuka utama, dijuluki Graphics Device Interface (GDI), dan DirectX untuk menyusun desktop.

Menurut Jerry Bryant, seorang manajer grup dengan Microsoft Security Response Center (MSRC), kerentanan akan mempengaruhi setiap mesin dengan interface mencolok, yaitu Aero, yang merupakan setting default pada semua dan juga merupakan fitur paling mahal pada Windows 7. Aero adalah fitur yang bisa diinstall secara opsional pada Windows Server 2008 R2.

"Jika dieksploitasi, maka kemungkinan akan menyebabkan sistem berhenti merespons dan akan melakukan restart," kata Bryant dalam sebuah entri di blog MSRC. "Kode eksekusi, sementara memungkinkan dalam teori, akan tetapi sangat sulit karena pengacakan memori baik dalam memori kernel dan melalui Address Space Layout Randomization (ASLR)."

Bagaimanapun, ASLR, salah satu benteng Windows 7 dan pertahanan keamanan Vista, telah berulang kali dilewati oleh para peneliti, termasuk dua orang yang memenangkan uang sebesar $ 10.000 hadiah pada kontes hacking Pwn2Own pada bulan Maret yang lalu.

Pihak Microsoft memberikan rating untuk bug tersebut sebesar 3 point, terendah dari tiga langkah-sistem skoring/penilaian yang digunakan oleh perusahaan untuk memprediksi kemungkinan muncul kode serangan yang handal dalam waktu 30 hari ke depan. Menurut skor tersebut, Microsoft meyakini bahwa hacker itu tidak mungkin akan muncul dengan memanfaatkan bug tersebut pada bulan mendatang.

Saat ini, Microsoft sedang mengembangkan sebuah update keamanan untuk Windows yang akan menunjukkan kerentanan bug tersebut. Sebagai solusi sementara, para pengguna diminta agar tidak mengaktifkan fitur Aero.

Para penyerang bisa mengeksploitasi kelemahan tersebut dengan cara menipu para pengguna untuk mengunjungi situs berbahaya yang dilengkapi dengan gambar yang berbahaya, penasehat Microsoft memperingatkan.

Untuk menonaktifkan Aero, para pengguna dapat mengklik Start - Control Panel - lalu klik "Appearance and Personalization", di bawah menu "Presentation" klik "Change Theme" dan kemudian pilih salah satu "Basic and High Contrast Themes".
Versi 64-bit dan Windows Server 2008 R2 yang dapat digunakan untuk membajak sistem.